Hamdhani: Pilihan Impor Beras Hendaknya Khususkan Tutupi Kekurangan Pasokan

Hamdhani: Pilihan Impor Beras Hendaknya Khususkan Tutupi Kekurangan Pasokan

JAKARTA – Harga beras di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan hingga melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata beras jenis medium di Jakarta berkisar di Rp 14.100 per kilogram. Harga ini melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Karena itu pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton guna menstabilkan harga beras di pasaran. Ini perlu dilakukan terutama untuk mengatasi adanya keterlambatan pasokan khususnya untuk Pulau Jawa.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV, DPR RI Hamdhani menyebutkan bahwa pilihan untuk impor hendaknya dikhususkan untuk menutup kekurangan pasokan saja, terutama untuk kota-kota besar di Jawa.

Sedangkan untuk daerah-daerah, mungkin belum diperlukan, mengingat pasokan di Bulog masih sangat mencukupi.

“Saya cek keberadaan beras di gudang-gudang Bulog di Kalimantan Tengah, sejauh ini masih sangat mencukupi untuk stok 6 bulan ke depan”, ujarnya, Rabu (17/1/2018).

Dalam amatannya, gudang Bulog di Palangkaraya memiliki stock beras sebanyak 1.305 ton. Sementara gudang Bulog Sampit 1.300 ton, gudang Bulog Kapuas 1.400 ton dan gudang Bulog Pangkalan Bun 479 ton.

Lebih lanjut Hamdhani mengatakan, pemerintah lperlu ebih memperhatikan sebaran pasokan yang merata sesuai dengan jumlah populasi penduduk dan kebutuhan beras untuk masing-masing daerah.

Terhadap kemungkinan adanya permainan spekulan beras, Hamdhani berharap agar Satgas Pangan yang telah dibentuk dapat menyelidiki dan menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja ingin mengacaukan harga beras di pasaran.

“Jelas perbuatan mempermainkan harga dengan cara menimbun beras atau menunda pasokan ke pasar akan merugikan masyarakat banyak. Satgas Pangan harus dapat mengantisipasi lebih dini agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang,” tutur legislator Kalimantan Tengah ini.

Secara khusus Hamdhani juga meminta Bulog di Kalimantan Tengah untuk dapat menyerap gabah petani secara maksimal saat panen raya bulan Februari nanti.

“Tolong untuk memprioritaskan gabah petani Kalteng dululah. Jangan buru-buru pengadaan gabah dari Sulawesi atau luar daerah lainnya, sementara gabah petani dari Kalteng masih belum terserap semua”, pungkasnya.

Hamdhani Sambangi Bandara ‘Ganyang Malaysia’ di Delang

Hamdhani Sambangi Bandara ‘Ganyang Malaysia’ di Delang

Lamandau, Kalteng – Pagi itu, Selasa (9/1), Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, Hamdhani, memiliki kesempatan untuk mendatangi situs sejarah penerbangan di Desa Penyombaan Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Hamdhani tidak sendiri, dirinya mendatangi landasan udara Bukit Duri tersebut bersama Danlanud Iskandar Pangkalan Letkol Pnb Ade Fitra, Danpom Lanud Iskandar Lettu Hendra, Danramil Delang Kapten Asep, Perwakilan Polsek Delang Brigpol Horas Pakpahan, Camat Delang Semson Zakaria Rangka dan Anggota DPRD Lamandau Ramlan.

Bandara tersebut memiliki luas sekitar 70 hektare. Dulu, sekira 1961-1964 bandara tersebut mulai dibentuk. Pada 1966, kawasan yang banyak dicitrakan sebagai Bandara ‘Ganyang Malaysia’ tersebut, pun diresmikan. Sebetulnya, bandara tersebut dibuat sebagai pangkalan transit. Artinya, bandara itu digunakan untuk mengintai pergerakan Malaysia persemakmuran Inggris yang tengah berinvasi memperluas wilayahnya. Jadi, bandara tersebut bisa dipakai transit prajurit untuk mengawasi pergerakan Malaysia mengklaim wilayah Indonesia.

Ketika mengetahui, adanya pergerakan perluasan dari Malaysia itu, maka Pangkalan Udara Bukit Duri langsung melaporkan ke pusat komando supaya mengirim prajurit untuk menggebuk mundur penginvasi wilayah Indonesia tersebut.

Bandara tersebut dibangun oleh sejumlah prajurit TNI AU yang dikomandoi Gusti Dumai bersama masyarakat Desa Penyombaan. Selain memiliki landasan pacu sepanjang 800 meter, Bandara ‘Ganyang Malaysia’ itu dibangun tempat tinggal para prajurit yang bertugas mempertahankan kedaulatan NKRI.

Bahkan, bandara tersebut juga digunakan untuk lokasi pendaratan Helikopter. Saat 1972, masyarakat sekitar terserang penyakit muntaber. Pemerintah pun memberikan bantuan obat yang dibawa menggunakan Helikopter jenis Glatik. Sama halnya, Tahun 1980, pemerintah juga menggunakan landasan pacu Bandara Bukit Duri ini untuk pendaratan Helikopter yang membawa bantuan obat-obatan bagi masyarakat Delang.

“Iya dulu banyak masyarakat yang terjangkit muntaber. Ada bantuan obat yang dibawa kapal (Helikopter) Glatik,” ujar Mantir Adat Desa Penyombaan Panca.

Senada, ahli waris lahan di kawasan Bandara Bukit Duri, Kimi G mengatakan, wilayah ini merupakan aset TNI AU. Ahli waris tidak akan menggugat lahan seluas 70 hektare tersebut. Dulu, lanjut dia, TNI AU telah melakukan ganti rugi lahan tersebut kepada keluarganya sebesar Rp10 ribu.

“Memang kelihatannya kecil. Tapi itu dulu. Dan kami dari ahli waris tidak akan menggugat.”

Danlanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Ade Fitra mengatakan, bandara ini memiliki peran strategis dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Karena itu, aset TNI AU ini harus dijaga kelestariannya. Sehingga, sejarah perjuangan bela negara tersebut tidak terlupakan.

“Kenapa dicitrakan Bandara Ganyang Malaysia? Karena dulu, untuk memompa semangat bela negara. Maka Presiden Soekarno membuat kata-kata pengobar semangat juang seperti Ganyang Malaysia, Inggris di linggis, Amerika kita setrika. Makanya bandara ini dicitrakan itu.”

Saat ini, lanjut Ade Fitra, kawasan tersebut situs sejarah. Dia pun memperbolehkan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan tersebut. Asal, kata dia, masyarakat tidak mengklaim bahkan menguasai kawasan tersebut.

Anggota DPR RI H Hamdhani mengatakan, bandara Bukit Duri ini merupakan situs sejarah penting yang berada di Lamandau. Dia pun berharap, masyarakat bisa ikut menjaga situs sejarah ini. Sehingga, cerita perjuangan mempertahankan wilayah NKRI dari klaim Malaysia bisa terjaga. Hal ini dapat memacu rasa nasionalisme para penerus bangsa.

Berdasarkan restu TNI AU, masyarakat bisa memanfaatkan kawasan itu untuk mencari rezeki. Lahan tersebut bisa ditanami macam-macam tanaman sebagai sumber penghasilan masyarakat.

“Udara di sini masih bagus. Bisa untuk tanaman kopi, kakau bahkan teh. Ini bisa dikembangkan menjadi prodak sendiri khas Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Kami akan upayakan untuk membantu anggaran pusat untuk pemanfaatan penanaman tanaman di wilayah ini,” pungkas Politisi Partai NasDem ini.

Hamdhani Bertekad Selalu Kawal Aspirasi Masyarakat Kalteng

Hamdhani Bertekad Selalu Kawal Aspirasi Masyarakat Kalteng

Kotawaringin Lama, Kalteng – Anggota Komisi IV DPR RI H Hamdhani SIP MSos, menemui sejumlah masyarakat di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kolam, Kamis (28/12).

Selain mempererat tali silaturahmi, kedatangan Legislator NasDem itu menyerap aspirasi masyarakat Kolam. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kobar, Nasrudin.

Menurut H Hamdhani, namanya wakil rakyat, setiap anggota DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten mempunyai tanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga, menjadi rujukan program bagi pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Tentu, setiap program pemerintah harus didasarkan pada kepentingan masyarakat, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sebelum program digalakan, harus dimulai dari penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung,” ujar Hamdhani.

Lebih jauh politisi NasDem ini mengatakan, banyak bukti yang telah dilakukan para wakil rakyat dari Partai NasDem. Dirinya pun akan terus memperjuangkan bantuan-bantuan dari pusat untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai anggota Komisi IV DPR RI.

Sepanjang 2015 – 2017, lanjut Hamdhani, dirinya telah berhasil memperjuangkan bantuan ratusan alat dan mesin pertanian, belasan unit pengolahan pupuk organik, bantuan ternak sapi sebagai upaya mendorong pengembangan integrasi sawit-sapi, hingga bantuan 2.000 paket beasiswa untuk pelajar SD-SMA di Kalteng, melalui Program Indonesia Pintar.

Anggota DPRD Kobar dari Partai NasDem, Nasrudin, sudah banyak program pemerintah untuk Kotawaringin Lama. Saat ini, lanjut dia, pemerintah tengah membuka lahan pertanian seluas 167 hektare di Kelurahan Kotawaringin Hulu. Anggaran ratusan juta telah digelontorkan untuk membuka lahan pertanian tersebut.

“Sudah teranggarkan untuk pembukaan lahan, irigasi hingga jalan usaha tani di Kotawaringin Hulu. Nantinya bisa untuk tempat mata pencaharian sekitar 325 kepala keluarga di Kohul,” papar dia.

Dia pun meminta kepada H Hamdhani untuk mengalirkan program pusat ke wilayah Kotawaringin Lama. Pasalnya, anggaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, sangat terbatas.

“Kalau multiyears bisa dengan anggaran daerah, tapi untuk pembentukan pertanian ini perlu cepat,” pungkas Nasrudin

Hamdhani Siap Majukan Pertanian Kotim

Hamdhani Siap Majukan Pertanian Kotim

Peduli pada petani sudah menjadi kewajiban wakil rakyat. Apalagi duduk di Komisi IV DPR RI yang memang berurusan dengan pertanian.  Itulah yang dilakukan Anggota DPR RI Hamdhani SIP, M.Sos yang melakukan penanaman padi di kawasan pertanian Desa Samuda Besar Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (23/12).
Selain Hamdhani, penanaman padi tersebut dihadiri Tim BPTP Pusat, Rukayah, Kabid Produksi Tanaman Pangan Pemprov Kalteng Muhajirin Akbar, Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotim I Made Dikantara, Kepala Bulog KBB Pasir Pitih Sub DIVRE Wilayah II Sampit Rusli Pisol, Dandim Kodim 1015 Sampit I Gede Putra Yasa, Camat Mentaya Hilir Selatan Jumberi serta para petani Desa Samuda Besar Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kotim.
Komitmen Pemkab Kotim dalam pengembangan pertanian ini, mendapat apresiasi tinggi dari Anggota Komisi IV DPR RI ini. Hamdhani pun telah meminta kepada Kementerian Pertanian, memprioritaskan realisasi program untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan.
“Di Sampit ini sangat bagus. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan dunia pendidikan. Karena itu, saya siap memperjuangkan berbagai bantuan dari pusat untuk pengembangan pertanian di Kotim ini,” ujar Hamdhani.
Selain memberi motivasi petani, Anggota Komisi IV DPR RI ini juga memberikan sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani Kotim. Sebelumnya, Politisi NasDem ini membagikan 2 traktor roda empat dan 5 mesin penanam padi.
Sementara itu, untuk memacu swasembada beras di wilayah Kotim, Pemkab Kotim menargetkan penanaman padi Oktober 2016-September 2017 seluas 23.226 hektare.
Target itu bahkan sudah terpenuhi. Pada Oktober 2015-September 2016, para petani sudah menanam padi seluas 25.750 hektare. Bahkan, mulai September 2016-Bulan ketiga Desember 2016 ini, para petani Kotim sudah menanam padi seluas 7.603 hektare.
Sekedar informasi, untuk bantuan Alsintan di Kalteng dibagikan traktor roda 2 sebanyak 143 unit, pompa air sebanyak 150 unit, traktor roda 4 sebanyak 7 unit, rice transplanter sebanyak 15 unit, combine harvester sebanyak 34 unit serta cornsheller sebanyak 3 unit. (RO/*)
Ketua Poktan Tani Mandiri Tak Menyangka Dikunjungi Anggota DPR RI

Ketua Poktan Tani Mandiri Tak Menyangka Dikunjungi Anggota DPR RI

Palangka Raya – Raut wajah Tasiman sumringah. Tidak berapa lama lagi dia dan rekan-rekan kelompoknya akan mendapat kiriman sapi bantuan. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya 14 ekor. Ke-14 ekor sapi jenis brahman cross tersebut adalah bantuan dari Kementerian Pertanian RI yang disalurkan melalui aspirasi anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Hamdhani.

Tasiman adalah ketua Kelompok Tani Mandiri yang berlokasi di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kegembiraan Tasiman kian bertambah saat Hamdhani mengunjungi kelompoknya, Kamis (21/12/2017).

“Saya dan petani lain yang tergabung dalam Poktan Mandiri Sei Gohong, tidak menyangka akan mendapat kunjungan dari Pak Hamdhani. Terlebih sebelumnya sudah ada kabar gembira mengenai kepastian kelompok kami akan mendapat bantuan sapi yang merupakan hasil perjuangan beliau (Hamdhani) di Jakarta,” kata Tasiman saat menyambut rombongan Hamdhani.

Menurut Tasiman, selama ini kelompoknya telah aktif beternak sapi. Bahkan, kelompoknya juga telah mampu memproduksi pakan ternak dengan memanfaatkan tebon atau batang jagung hasil tanaman mereka sendiri. Bantuan sapi yang didapat dia harapkan akan menambah produktivitas kelompoknya dalam membantu pemenuhan kebutuhan daging di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya.

Hamdhani yang hadir didampingan petugas penyuluh lapangan serta perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palangka Raya mengaku bangga karena ada kelompok tani yang mampu menghasilkan pakan ternak secara mandiri.

“Biasanya kendala utama dalam pengembangan peternakan rakyat adalah mahalnya ongkos pakan. Di sini saya melihat kendala itu sedikit demi sedikit sudah disiasati dengan memproduksi pakan sendiri. Kalau di beberapa daerah lain ada integrasi sawit-sapu, Poktan Mandiri Sei Gohong sudah menerapkan prinsip integrasi jagung-sapi. Mudah-mudahan hal ini bisa ditularkan ke kelompok lain,” papar Hamdhani yang merupakan anggota Komisi IV DPR.

Dalam kunjungan tersebut Hamdhani juga menyempatkan berbincang dengan petani tentang kendala yang mereka hadapi.

“Dari perbincangan tadi petani minta diupayakan rumah kompos dan cultivator mini untuk menunjang pertanian hortikultura seperti jagung yang nantinya juga dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan. Insya Allah kami akan perjuangkan,” terang politikus Partai NasDem ini.

Terima Kasih Gubernur Kalteng untuk Hamdhani

Terima Kasih Gubernur Kalteng untuk Hamdhani

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengucapkan terima kasih untuk Anggota DPR RI H Hamdhani, Legislator NasDem asal Kalimatan Tengah (Kalteng) saat Sugianto Sabran memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Khusus Partai NasDem, di Ballroom Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalteng, Sabtu, (2/12).

Rakorsus tersebut dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya,

Anggota DPR RI H Hamdhani, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, serta sejumlah fungsionaris Partai NasDem se-Kalteng.

Menurut Sugianto, sebagai legislator, Hamdhani memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan Kalimantan Tengah. Tak ayal, kata dia, Kalteng perlahan mulai berkembang. Banyak bantuan pusat yang diberikan kepada masyarakat Kalteng berasal dari usulan aspirasi Hamdhani.

“Terimakasih saya ucapkan kepada abang saya, bang Hamdhani. Dia mempunyai dedikasi tinggi dalam memajukan Kalteng,” ujar Sugianto.

Lebih jauh Sugiantu juga berpendapat, banyak bantuan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, lingkungan hidup, kehutanan, bahkan pendidikan yang telah diberikan untuk masyarakat Kalteng, atas usulan aspirasi Hamdhani.

“Kalteng ini luas. Potensinya sangat besar. Jadi butuh kerjasama kita semua untuk memaksimalkan potensi tersebut,” tegas Sugianto.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI H Hamdhani mengatakan, akan terus memperjuangkan bantuan-bantuan pusat untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Terutama, kata dia, yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai anggota Komisi IV DPR RI.

“Sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya memperhatikan suara rakyat. Apa yang saya kerjakan di Kalimantan Tengah ini adalah wujud nyata NasDem tidak melupakan masyarakat yang sudah mempercayakan suaranya kepada NasDem,” ujar Hamdhani.

Sepanjang 2015—2017, Hamdhani telah berhasil memperjuangkan bantuan ratusan alat dan mesin pertanian, belasan unit pengolahan pupuk organik, sebagai upaya mendorong pengembangan integrasi sawit sapi hingga bantuan 2.000 paket beasiswa untuk pelajar SD-SMA di Kalteng, melalui Program Indonesia Pintar.(*)

Hamdhani Dukung Kalteng Jadi Wilayah Pertanian Organik

Hamdhani Dukung Kalteng Jadi Wilayah Pertanian Organik

Palangka Raya, Kalteng  – Anggota Komisi IV DPR RI, Hamdhani menyambut hangat kesiapan Kalimantan Tengah dalam pemantapan program percepatan perluasan lahan pertanian. Ia menilai terobosan penting pengembangan pertanian organik seluas 300.000 hektare untuk lahan gambut di Kalimantan Tengah itu, perlu dukungan kuat berbagai kalangan. Dengan begitu, Kalteng akan sukses menjadi wilayah pertanian organik di Indonesia.

“Pasalnya, ke depan terobosan tersebut akan menandai Kalteng menjadi salah satu tonggak kebangkitan pertanian organik nasional,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah itu, dalam rilis yang dikirim dari Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Sebelumnya, Senin (13/11/2017), Hamdhani bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengikuti Rakor Percepatan Lahan Tanam Organik, di Palangka Raya, sebelum esoknya, Selasa (14/11/2017) bertolak ke Ibukota. Usai acara, Hamdhani, dan Menteri Amran, bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengikuti sejumlah acara, di antaranya penanaman padi di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (13/11/2017).

Setelah itu, rombongan yang diikuti pejabat di tingkat provinsi dan kabupaten, beserta TNI dan Polri, bergerak mengikuti kegiatan penanaman jagung di Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara. Mentan Amran Sulaiman juga sempat memberikan kuliah umum di Universitas Palangka Raya.

Menurut Hamdhani, sukses Program Percepatan Perluasan Lahan membutuhkan leadership kuat, didukung akademisi dalam menciptakan  harmoni  antarkepentingan. Rekayasa agronomi dan lingkungan sebagai satu  design  teknologi, kata anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem itu, dapat  melindungi keragaman  hayati,  identitas  lokal  dan lingkungan.

“Rekayasa sosial dan agribisnis mendesak dilakukan dalam menarik partisipasi masyarakat, memberdayakan, melindungi kepemilikan  lahan,  sekaligus  menjamin pendapatan secara berkelanjutan,” urainya.

Karena itu, Hamdhani menilai, perlu membentuk Tim Percepatan Perluasan Lahan Pertanian Organik, ditopang oleh litbang perguruan tinggi untuk memperkuat perencanaan hingga implementasi, koordinasi lintas disiplin, lintas sektoral dan lintas kementerian/lembaga. Keberadaan tim, menurut mantan Senator asal Kalteng itu, akan semakin mempertegas komitmen politik  pangan  nasional,  mengurangi  gejolak dan imbas  dinamika  politik  lokal,  serta mewadahi aspirasi masyarakat.

Tiga daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare di tiga daerah untuk pertanian padi organik. Yaitu, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. Untuk  padi organik, Palangka Raya seluas 6.408 haktere, Pulang Pisau 100.565 haktare, dan Kapuas 191.027 haktere.

“Selain itu, juga disiapkan untuk pengembangan komoditas singkong di Kabupaten Seruyan seluas 40 ribu haktere, dan tebu di Kabupaten Barito Selatan dan Barito Utara 273.287 hektare,” kata Gubernur Sugianto Sabran saat Rapat Koordinasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani, di Aula Jayang Tingang, Kota Palangka Raya, Senin (13/11/2017).

Sugianto Sabran menyebutkan, untuk pengembangan pertanian terpadu itu, diperlukan investasi Rp15,62 triliun. Dana sebesar itu, termasuk untuk infrastruktur antara lain akses jalan, jaringan pengairan, sarana prasarana penunjang, dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Legalitas lahan yang disiapkan ini masih masuk kawasan hutan produksi dan kawasan hutan lindung. Nantinya diproyeksikan memerlukan tenaga kerja sebanyak 1.469.930 orang,” kata Gubernur Sugianto.

Dalam pidato selamat datang kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu, Gubernur Sugianto Sabran kembali mengenalkan konsep proyek unggulan berupa food estate yang akan digarap pada 2018. Mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu, menandaskan urusan lahan sudah selesai dipetakan sesuai arahan Menteri Amran saat kunjungannya beberapa waktu lalu,  yang meminta Kalteng bergerak cepat dalam bidang produksi pangan.

Namun untuk keperluan tersebut, menurut Sugian, perlu kesiapan dana Rp15,62 triliun, khusus untuk food estate dan tidak termasuk prasarana pengembangan lainnya. Di antara yang difokuskan dalam program ini adalah pertanian padi organik, tebu, dan singkong.

“Food estate ini adalah pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terpadu bidang pertanian perkebunan hingga peternakan, dengan lahan cukup luas di Kalteng. Dana atau investasi yang diperlukan adalah Rp15,62 triliun,” paparnya.

Lahan yang disiapkan untuk padi organik adalah seluas 300 ribu ha. Terbagi di kawasan Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Kapuas. Kemudian pengembangan tebu seluas 273,2 ribu ha di Kabupaten Barito Selatan dan Barito Utara, serta pengembangan singkong 40 ribu ha di Seruyan.

Teguhkan kesepakatan

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan kedatangnnya ke Kalteng untuk meneguhkan kesepakatan dengan sejumlah kepala daerah tentang target 300 ribu hekare pertanian padi organik, dan 100 ribu hektarea pertanian jagung. Ia memastikan, pihaknya siap menggelontorkan bantuan baik bibit, pupuk, maupun prasarana.

“Dulu kita impor jagung, sekarang sudah swasembada. Bahkan sudah ekspor. Permintaan banyak, tidak usah khawatir tidak ada pembeli. Kita harus genjot perluasan lahan, bibit sudah kita siapkan, juga pupuknya, tinggal berapa kebutuhan yang diinginkan kita kirim,” sebutnya.

Amran menyambut gembira kesiapan Pemprov Kalteng, dan daerah-daerah dalam program pengembangan lahan pertanian itu. Ia mencatat, sudah ada lahan seluas 300 ribu ha untuk pertanian padi organik, di dua kabupaten dan satu kota, sedangkan 100 ribu pertanian jagung akan dilakukan di beberapa daerah lainnya.

Hamdhani dan Banun Resmikan Instalasi Karantina Hewan Terbesar Se- Indonesia

Hamdhani dan Banun Resmikan Instalasi Karantina Hewan Terbesar Se- Indonesia

Pangkalan Bun, Kalteng – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) cukup berbangga. Bumi Marunting Batu Aji kembali dikenal dengan berdirinya karantina hewan. Tak tanggung-tanggung, karantina hewan yang dibanggakan itu diklaim terbesar se-Indonesia yang telah beroperasi.

Menurut Kepala Karantina Pertanian, Banun Harpini, ada beberapa instalasi karantina hewan yang dibangun, di beberapa daerah di Indonesia seperti di Jayapura, Balikpapan.

Totalnya ada tujuh instalasi yang sudah dibangun dan yang pertama hanya di Desa Kapitan, Kabupaten Kobar saja yang terbesar dan sudah beroperasi,” kata Banun Harpini yang pertama kali berkunjung ke Kobar untuk meresmikan Instalasi Karantina Hewan (IKH) Pangkalan Bun, Jumat (3/11/2017).

Menurutnya, memang di Balikpapan, Kalimantan Timur juga ada fasilitas serupa yang terbilang besar. Tetapi IKH di Kaltim itu masih dalam tahap penyelesaian dan belum bisa digunakan. “Hanya karantina di Pangkalan Bun saja yang bisa dipakai,” ucapnya.

Banun menyebut IKH Pangkalan Bun memang harus sudah beroperasi karena di wilayah Kotawaringin Barat sudah ada integrasi sapi-sawit. “Juga mempunyai lahan perkebunan yang cukup luas,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Komisi IV, Hamdhani mengatakan, karantina ini banyak fungsinya untuk menangkal penyakit yang masuk melalui daerah-daerah rawan. “Jadi tiap sapi yang masuk harus melalui proses karantina, jangan sampai penyakit-penyakit yang dibawa hewan dari berbagai negara masuk ke wilayah kita menyebar. Apabila sapi melalui karantina nilai ekonomisnya pun pasti bagus.”

Hamdhani : Idul Adha Momentum Perealisasian Makna Berkurban

Hamdhani : Idul Adha Momentum Perealisasian Makna Berkurban

Sejak 15 abad lalu, kedua perintah Haji dan Qurban adalah ruang bagi manusia untuk memperbaiki diri. Baik menata kembali kualitas hubungan dengan Allah SWT, maupun dengan sesama makhluk.

Hal demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Hamdhani saat menjadi khotib di Mesjid Al Falah Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (01/09).

Haji, menurut Politisi NasDem ini, menyimpan semangat untuk berpasrah dan bermenung guna menyucikan diri dari dosa dan kembali ke Tanah Air dengan pribadi yang lebih baik. Sementara kurban, tiada lain adalah simbol kepedulian kepada sesama manusia sebagaimana amanat Islam. Tidak ada ibadah yang diterima Penguasa Langit, jika melupakan ibadah sosial kepada sesama makhluk di bumi.

“Kejayaan Islam dibangun di atas prinsip menebar rahmat kepada seluruh alam. Begitu juga, perjuangan ulama dahulu dalam mendukung kemerdekaan Indonesia tak lain bertumpu pada kecintaannya terhadap negara sebagai medan untuk beribadah,” kata Hamdhani.

Pada kesempatan tersebut, Hamdhani mengajak masyarakat untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadi. Ibadah kurban menuntut seorang Muslim untuk menyisihkan sebagian dari apa yang dimiliki. Bukan sekadar bermakna mengorbankan uang untuk membeli hewan atau yang telah dikeluarkan sebagai ongkos naik haji. Akan tetapi, berkorban bisa juga melalui niat, gagasan, serta tekad untuk membangun negara, juga mewujudkan perdamaian dunia sebagai mana ajaran utama agama Islam.

“Mari kita korbankan kepentingan kita, ego kita, nafsu pribadi kita, dengan mengasihi dan menyayangi antarsesama kelompok dan masyarakat, demi kejayaan Islam dan persatuan Indonesia,” pungkas Hamdhani.(*)

Nasdem: Target Kami Menang dan Dukung Jokowi

Nasdem: Target Kami Menang dan Dukung Jokowi

Menjelang batas akhir pendaftaran partai politik untuk Pemilu 2019, Partai Nasdem bersama rombongan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Johny G. Plate mendatangi kantor pusat KPU, Jumat (13/10). Rombongan membawa 39 boks kontainer plastik berisikan dokumen persyaratan yang dibutuhkan oleh KPU.

Memasuki gedung, Johny beserta rombongan diterima oleh Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Hasyim Asyari.

Sekjen Johny G. Plate mengatakan, ada dua target besar yang ingin dicapai oleh Partai Nasdem. “Menjadi pemenang dan mendukung Presiden Joko Widodo sebagai presiden dalam periode berikutnya,” tegasnya.

Di tengah-tengah rombongan juga tampak beberapa orang penting seperti Plt Sekjen Nasdem Nining Indra Saleh, Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Kurtubi, Hamdani, Supiadin, Zulfan Libdan, Bestari Barua, Efendi Khairi, dan Hayono Isman.

Hingga saat ini, Partai Nasdem menjadi peserta kelima setelah Partai Perindo, PSI, PDIP, dan Partai Hanura. Setelah Partai Nasdem melakukan pendaftaran, rombongan dari Partai Berkarya tampak datang memasuki gedung KPU untuk menjadi pendaftar selanjutnya.

 

SUMBER : KONTAN.CO.ID