Semua berawal dari Kenambui. Pada desa di wilayah Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah itu, sejarah hidup dan kehidupan seorang Haji Hamdhani diukir. Di desa kecil di bibir Sungai Arut itulah, saya lahir 19 September 1964 dari pasangan ayahanda Haji Mukhdar Said dan ibunda Hajjah Masniah. Mukhdar berdarah asli Pangkalan Bun, Kobar, sedangkan Masniah dari daerah Pembuang Hulu, Kabupaten Seruyan.

Secara geografis Kenambui hanya berjarak 81 kilometer dari Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kobar. Walau sebenarnya tak terlalu jauh dari kota, kampung kelahiran saya itu, tergolong terpencil dan nyaris berada di tengah rimba. Meski begitu, saat ini, sarana dan prasarana perhubungan memang belum terlalu bagus, tetapi daerah itu sudah bisa dicapai dengan kendaraan roda empat. Ketika infrastruktur jalan dan jembatan belum terlalu memadai, lebih aman mencapai Desa Kenambui dengan kelotok atau perahu rakyat melalui Sungai Arut, yang membelah Kota Pangkalan Bun. Bagian hulu salah satu sungai yang mengaliri kabupaten di wilayah barat Kalimantan Tengah tersebut, sampai ke provinsi tetangga, Kalimantan Barat, ibu kotanya Kota Pontianak. Karena masih terbatasnya infrastruktur perhubungan, sampai tahun 1980-an, untuk menuju desa kelahiran saya itu lumayan berliku. Dengan perahu tradisional bermesin kecil, perjalanan dari Pangkalan Bun menuju Desa Kenambui dan sebaliknya, ditempuh dalam dua hari dua malam. Betapa melelahkannya. Itu dijalani melalui Sungai Arut dengan kelotok, satu-satunya sarana perhubungan saat itu. Kini, dengan kemajuan pembangunan, tentu lebih mudah mencapai wilayah yang secara administratif masuk Desa Sulung Kenambui, Kecamatan Arut Selatan tersebut. Dari Pangkalan Bun menyusuri jalan beraspal trans Kalimantan wilayah Kobar, ke Simpang Runtu. Lalu, melewati Desa Runtu sebelum sampai ke Kenambui. Secara keseluruhan perjalanan ke Kenambui dari Pangkalan Bun melalui jalan darat beraspal, dapat dicapai sekitar 90 menit dengan mobil. Bisa lebih cepat naik speedboat dari Pangkalan Bun, hanya sejam perjalanan lewat Sungai Arut, yang tidak seperti di masa lalu, kini airnya keruh kekuning-kuningan.

Layer

Jalan trans Kalimantan di wilayah Kobar tersebut menghubungkan Pangkalan Bun, dengan ibukota dua wilayah pemekaran, Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau dan Kota Sukamara, Kabupaten Sukamara. Ada pula Sungai Jelai yang membatasi Kota Sukamara dengan Provinsi Kalimantan Barat, tetangga Kalteng di ujung barat. Desa Kenambui, atau Sulung Kenambui seluas 25 km per segi, saat ini didiami sekitar 200 kepala keluarga (KK), atau 547 jiwa. Sebagian di antaranya, sejak awal berdiam di pinggiran aliran Sungai Arut. Sebagian warga lainnya membangun permukiman di sepanjang jalan darat yang berkembang seiring dengan kemajuan wilayah tersebut. Sampai 2015, Desa Kenambui bersama dua desa lainnya di Kecamatan Arut Selatan, yaitu Kenambui dan Tanjung Trantang, tergolong tertinggal. Di Kenambui itulah saya melewati sebagian masa kecil, sebelum keluarga Haji Mukhdar Said-Hajjah Masniah, orang tua kami memutuskan pindah ke Pangkalan Bun. Ayah yang berpandangan jauh ke depan, mengambil tindakan tepat, membawa keluarganya menetap di wilayah yang sarana dan prasarananya lebih baik. Itu jelas langkah berwawasan luas, demi menyongsong masa depan lebih baik untuk keluarga. Kami kemudian tinggal di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, Kobar. Di ibukota Bumi Marunting Batu Aji inilah, saya menjalani pendidikan dasar, sampai sekolah menengah atas. Saya menempuh pendidikan dasar di SDN Negeri 2 Pangkalan Bun (1970-1976), berlanjut ke SMP Negeri 1 Pangkalan Bun (1977-1981) dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun 1981-1984. Kendati sempat tertunda karena persoalan internal kampus dan belitan masalah ekonomi, saya akhirnya meraih gelar sarjana Strata 1 (S1) di Universitas Nasional Jakarta, jurusan ilmu sosial, (1987-2004). Di sela kesibukan yang sangat padat, saya mencuri waktu menuntaskan pendidikan pascasarjana. Sejak 2015, saya resmi menyandang gelar Master bidang diplomasi dari Universitas Paramadina Jakarta. Tekad kuat untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin, terus terpatri. Sejak hijrah ke Jakarta, semua saya lakukan tanpa mengharapkan biaya dari orang tua. Saya berjibaku, menaklukkan ibu kota, bekerja banting tulang, membiayai hidup dan kehidupan, sampai menyelesaikan pendidikan tinggi.

DOWNLOAD RIWAYAT HIDUP

Image module

Karir Hamdhani

Perjalanan karir Hamdhani

Hamdhani berhasil terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Nasional Demokrat (NASDEM) dari Dapil Kalimantan Terngah setelah memperoleh 29.633 suara.  Hamdhani adalah putra daerah dan bertugas menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Utusan dari Kalimantan Tengah selama 2 periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Pada masa kerja 2014-2019 Hamdhani bertugas di Komisi 4 yang membidangi pangan, perikanan, kehutanan dan pertanian.

Di Januari 2018, terjadi mutasi internal partai dan Hamdhani berpindah tugas ke Komisi 6 yang membidangi perindustrian, BUMN dan perdagangan.

S1, Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nasional Jakarta, Jakarta (1989)

S2 Univ/PT Program Magister Diplomacy – Universitas Paramadina, Jakarta (2015)

A. Anggota DPD RI Utusan Kalimantan Tengah (2007-2009 dan 2009-2014)

B. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (2014-2019)

C. Kapokdan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) Fraksi Nasdem D0PR RI (2014-2017)

D. Anggota BALEG (Badan Legislatif) DPR RI (2017 – sekarang)

E. PANJA Masyarakat Adat dan RUU Kebidanan

F. PANJA RUU Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem

Image
APA
ASIAN PARLIAMENTARY ASSEMBLY
STANDING COMMITTEE MEETING ON ECONOMIC AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT AFFAIRS (BKSAP DPR RI) pada tanggal 25 – 29 JULI 2016 di ISLAMABAD
Image
IPU
INTER PARLIEMENTARY UNION
Image
Konfrensi PUIC
PARLIAMENTARY UNION OF THE OIC MEMBER STATES
Image
JCI
JUNIOR CHAMBER INTERNATIONAL
Image
BKSAP
INTER PARLIAMENTARY COOPERATION DELEGATION
VISIT TO ZIMBABWE tanggal 4 Desember 2016 s/d 10 Desember
Image
AIPA
ASEAN Inter Parliamentary Assembly
Bidang Pangan
70%
Bidang Perikanan
85%
Bidang Kehutanan
80%
Bidang Pertanian
80%
Image
Partai
Nasional Demokrat
Sejarah Partai NasDem
KONGRES I Partai NasDem yang digelar pada 25-26 Januari 2013 di Jakarta menjadi tonggak sejarah perjalanan Partai NasDem. Berbagai keputusan penting dikeluarkan dalam kongres ini. Satu di antaranya ialah memilih dan menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem periode 2013-2018. Ibarat perahu, layar telah terkembang, lengkap dengan nakhoda dan awak kapal.
VI
Image
Komisi VI
Mitra Kerja
  • Image
    Kementerian Perindustrian
  • Image
    Kementerian Perdagangan
  • Image
    Kementerian Koperasi & UKM
  • Image
    Kementerian BUMN
  • Image
    Badan Koordinasi Penanaman Modal
  • Image
    Badan Standardisasi Nasional
  • Image
    Badan Perlindungan Konsumen Nasional
  • Image
    Komisi Pengawas Persaingan Usaha
  • Image
    Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas Batam
  • Image
    Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas Sabang
  • Image
    Dewan Koperasi Indonesia
DPR
Image
BALEG
Badan Legislasi

Badan Legislasi bertugas:

  1. menyusun rancangan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan  rancangan undang-undang beserta alasannya untuk 5 (lima) tahun dan prioritas tahunan di lingkungan DPR;
  2. mengoordinasikan penyusunan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan rancangan undang-undang beserta alasannya untuk 5 (lima) tahun dan Prioritas tahunan antara DPR,  Pemerintah dan DPD;
  3. melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan undang-undang yang diajukan anggota, komisi, atau gabungan komisi,  sebelum rancangan undang-undang tersebut disampaikan kepada pimpinan DPR;
  4. memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota, komisi, atau gabungan komisi di luar prioritas rancangan undang-undang atau di luar rancangan undang-undang yang terdaftar dalam program legislasi nasional;
  5. melakukan pembahasan, pengubahan, dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugaskan oleh Badan Musyawarah;
  6. melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap undang-undang
  7. menyusun, melakukan evaluasi, dan menyempurnakan peraturan DPR;
  8. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang-undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus;
  9. Melakukan sosialisasi Prolegnas; dan
  10. membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPR untuk dapat digunakan oleh Badan Legislasi pada masa keanggotaan berikutnya.

Terlahir dari pasangan Haji Mukhdar Said-Hajjah Masniah pada sebuah desa kecil, di Bumi Marunting Batu Aji, 19 September 1964, kini berkiprah di tingkat nasional dan internasional.

H. Hamdhani S.Ip, M.Sos